Bolehkah Merekam Hubungan Ranjang Dengan Istri Sendiri?

Bolehkah Pasutri Merekam Adegam Hubungan Suami Istri dalam HP, Handy Cam dan sejenisnya?

Kaidah syariat menegaskan bahwa segala yang menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain hukumnya adalah haram. Sedangkan merekam adegan suami istri walaupun untuk konsumsi sendiri dalam media-media tertentu yang berpotensi hilang, tercecer, lalu ditemukan orang lain –dan kemungkian itu  besar, terbukti nyaris setiap pemilik HP di tanah air pernah mengalami kehilangan hpnya– adalah bahaya besar.

Hukum positif nasional sendiri menegaskan menyimpan tayangan adegan dewasa sendiri pun dalam media yang sangat mungkin tercecer sehingga akhirnya menjadi konsumsi publik dapat terjerat pidana kriminalitas!

Maka, kebiasaan itu tergolong kebiasaan haram, atau minimal syubhat dalam katagori syubhat berat, meski dengan tujuan untuk dibawa suami bepergian dan ia tonton sendiri demi memuaskan hasrat nafsunya saat jauh dari istri.

Nah, bila itu dilakukan seorang suami, maka ia telah terjebak dalam perbuatan haram lain, yaitu 0nanl. Karena tak ada gunanya ia menonton video dengan isterinya tersebut yang bertujuan memuaskan nafsunya, namun tidak dituntaskan dengan 0nan1. Kalau itu ia lakukan, yakni menonton tanpa ber0nan!, maka libid0 akan tertahan dan tak terpuaskan, yang timbul adalah hasrat lain untuk berselingkuh, yakni memuaskan nafsunya dengan wanita lain yang tidak sah menjadi isterinya!

Jadi sebaiknya jangan rekam rekam lah suami istri.. banyak kejadian akhirnya video tersebar di internet dan susah untuk dihilangkan...

My Blog List