Bercin-ta Dalam Islam (9): Larangan menyebarkan rahasia hubungan ranjang

Kesembilan: Tidak boleh menyebarkan rahasia hubungan ranjang

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا


“Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Muslim no. 1437). 

Syaikh Abu Malik berkata, “Namun jika ada maslahat syar’i sebagaimana yang dilakukan istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebarkan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berinteraksi dengan istrinya, maka tidaklah masalah”
(Shahih Fiqh Sunnah, 3: 189).

Masyarakat di zaman sekarang ini di mana teknologi informasi dan media sosial marak sekali. Sangat mudah bagi seseorang untuk mengumbar perasaannya, mengumbar emosinya. Sangat disayangkan banyak para muslimin dan muslimah yang kurang mampu mengendalikan diri ketika di media sosial.

Janganlah kekesalan kita pada pasangan kita tampakan di media sosial.




My Blog List