Pemuda Gaza Ciptakan Alat Pembangkit Listrik dan Gas Dari Air

Peperangan Gaza ketiga yang berlangsung sejak 8 Juli yang lalu sudah merenggut lebih dari 1500 korban jiwa dan melukai ribuan warga Gaza.

Selain masalah nyawa yang bisa melayang tiba-tiba, penduduk Gaza juga berhadapan dengan masalah lain untuk terus hidup.

Kurang lebih seminggu lalu satu-satunya pembangkit listrik di Gaza di bom penjajah Zionis mengakibatkan penduduk Gaza kini terpaksa tanpa listrik.

Penggunaan pembangkit listrik untuk mendapatkan daya elektrik kini tak bisa lagi. Bahan bakan gas pun kini susah didapat karena blokade Israel serta terowongan Gaza untuk menyelundupkan barang juga sudah banyak dimusnahkan.

Di tengah – tengah kesengsaraan dan kemusnahan ini seorang anak muda Gaza muncul dengan ciptaan yang mampu menyelesaikan masalah mendapatkan daya listrik. Ibrahim Saad (18) mencipta alat yang mampu menghasilkan gas memasak dan listrik dari sumber air.


Alat ini dicipta dan dibina sendiri oleh Ibrahim di bengkel rumahnya. Ia mampu menghasilkan bahan hidrogen dari air yang kemudian digunakan sebagai gas untuk memasak dan bahan bakar untuk menggerakkan generator elektrik.

Ibrahim mendapat ide untuk mencipta alat ini karena tidak tahan dengan blokade penjajah Zionis sejak 2006. Bahan api yang diimpor ke Gaza dibatasi jumlahnya dan dijual pada harga yang terlalu mahal. Dengan terciptanya alat sintesa hidrogen ini Ibrahim dapat mengurangi ketergantungan  kepada bahan api konvensional.

 *Sumber: Middle East Monitor, amanz.my




My Blog List