Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2014

Buku Pengajian Empat Bulanan

Bagi yang hamil atau istrinya sedang hamil dan akan memasuki masa kehamilan 4 bulan. Dalam masyarakat islam indonesia. Biasanya mengadakan pengajian tasaykuran kehamilan empat 4 bulanan. 
Mengingat pada masa kehamilan 4 bulan sang  bayi sudah ditiupkan ruh ke dalam nya. Doa agar diberi yang baik-baik tentunya. Doanya pun kumpulan doa-doa dari ayat-ayat Alqur an seperti:
SURAT YUSUF (QS:12, Ayat 1-10)
SURAT MARYAM (QS:19, Ayat 12-22)
SURAT AL A’RAF (QS Ke 7 Ayat 189-190)
SURAT AL MU’MINUN (QS Ke 23 Ayat 12-14)
SURAT AL BAQARAH (QS Ke 2 Ayat 255)
SURAT AL AHQAAF (QS Ke 46 Ayat 15)
SURAT LUQMAN (QS Ke 31 Ayat 12-18)
SURAT IBRAHIM (QS Ke 14 Ayat 38-41)
SURAT AL BAQARAH (QS Ke 2 Ayat 286)
SURAT AL FURQAN (QS Ke 25 Ayat 74)
SURAT AL BAQARAH (QS Ke 2 Ayat 233)
SURAT AR RAHMAN (QS Ke 55 Ayat 1-78)

Dialog Iblis dan Rasulullah SAW (menarik dibaca)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah Saw di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku."

Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Mendidik Anak 0-3 Tahun Cara Rosululloh

Berdoa Untuk Anak Saat Masih dalam Sulbi Ayah

[YL] – anak adalah anugerah yang Alloh SWT berikan kepada makhluknya, merupakan rezeki, merupakan amanah sehingga mendidiknya adalah kewajiban dari orang tuanya. Rasulullah bersabda, “Seandaianya salah seorang diantara kalian sebelum menggauli istrinya berdoa:

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْناَ الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَناَ

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang engkau anugerahkan kepada kami, lalu dari keduanya lahir anak, setan tidak akan dapat mengganggunya selamanya.”[1]

Anjuran berdoa sebelum berhubungan suami-istri menunjukkan bahwa permulaan yang kita lakukan dalam berketurunan bersifat rabbani, bukan syaithani. Apabila disebutkan nama Allah pada permulaan senggama, berarti hubungan yang dilakukan oleh suami-istri tersebut berlandaskan ketakwaan kepada Allah dan dengan izin Allah anaknya nanti tidak akan diganggu setan.